Cara membaca skor Anda
- Rata-rata waktu reaksi: rata-rata dari ketukan Anda yang tercatat waktunya, dalam milidetik (ms). Makin rendah, makin cepat.
- Ketukan tercepat: satu ketukan Anda yang paling cepat. Satu ketukan yang kebetulan cepat kurang bermakna dibanding rata-ratanya.
- Ketukan lambat: ketukan yang lebih lambat dari 500 ms. Peneliti tidur menyebutnya lapses (selip perhatian), dan ketukan seperti ini makin sering terjadi setelah kurang tidur [1].
- Ketukan terlalu awal: ketukan sebelum lingkaran berubah hijau, atau di bawah 100 ms, yang terlalu cepat untuk menjadi respons sungguhan. Ketukan ini tidak dihitung dalam rata-rata Anda.
Grafik ini menunjukkan rata-rata laboratorium menurut usia. Browser mencatat waktu yang lebih lambat daripada peralatan laboratorium (lihat di bawah), jadi gunakan grafik ini untuk melihat polanya, dan bandingkan angka Anda dengan sesi-sesi Anda sendiri sebelumnya.
Berapa waktu reaksi yang bagus?
Waktu reaksi sederhana yang umum dengan peralatan laboratorium yang presisi adalah sekitar 230 ms. Pada 1.469 orang dewasa berusia 18 sampai 65 tahun, rata-ratanya 231 ms, dari 218 ms pada usia 18–24 hingga 239 ms pada usia 59–65 [2]. Tes di browser mencatat waktu yang lebih lambat, karena ponsel dan komputer menambahkan jeda sendiri: 58 sampai 133 ms dalam satu pengujian laboratorium [3]. Jadi bandingkan skor Anda dengan sesi-sesi Anda sendiri sebelumnya.
Fakta singkat
- Yang diukur: waktu reaksi sederhana, yaitu waktu untuk menjawab satu sinyal yang sudah ditunggu dengan satu gerakan. Tes ini adalah versi satu menit dari Psychomotor Vigilance Test (PVT), tugas riset untuk mengukur kewaspadaan [4].
- Nilai umum: rata-rata 231 ms pada 1.469 orang dewasa, dengan layar laboratorium dan mouse gaming. Sebaran antarorang (satu simpangan baku) sekitar 27 ms [2].
- Usia: sekitar 0,55 ms lebih lambat per tahun antara usia 18 dan 65 [2]. Pada 7.130 orang dewasa di Inggris, waktu reaksi sederhana hampir tidak melambat sampai sekitar usia 50 [5].
- Perangkat: 44 orang dewasa yang sama rata-rata mencatat 284 ms dengan kotak tombol laboratorium dan 379 ms dengan versi layar sentuh dari tes yang sama [6].
- Tidur: kurang tidur memperlambat respons dan menambah lapses, yaitu respons setengah detik atau lebih [1].
Cara kerja tes waktu reaksi
- Tunggu. Lingkaran tetap abu-abu selama waktu acak antara 1,5 dan 4,5 detik.
- Ketuk saat berubah hijau. Ketuk, klik, atau tekan Spasi atau Enter.
- Ulangi. Anda mendapat 1 putaran latihan, lalu 10 putaran berwaktu. Rata-rata Anda dihitung dari putaran berwaktu.
Ini tes yang sama dengan yang ada di aplikasi Helibrain. Halaman ini mulai menghitung waktu saat meminta browser Anda menampilkan lingkaran hijau, dan berhenti saat ketukan Anda masuk. Jadi waktu Anda sudah termasuk jeda layar serta jeda mouse, keyboard, atau layar sentuh Anda, yang tidak bisa diukur oleh halaman web. Ketukan Anda dinilai di server kami, dan hasilnya disimpan untuk membangun perbandingan skor yang adil; kebijakan privasi kami (dalam bahasa Inggris) menjelaskan apa saja yang disimpan.
Apa yang memengaruhi waktu reaksi Anda?
- Perangkat Anda. Dalam pengujian laboratorium, halaman web menambahkan 58 sampai 133 ms pada setiap respons, tergantung perangkat dan browsernya [3]. Bahkan dengan tombol berkualitas laboratorium, browser menambahkan 8 sampai 67 ms [7]. Di layar sentuh, jari Anda juga harus bergerak sampai menyentuh kaca, yang menambah sekitar 95 ms dalam satu studi [6].
- Tidur. Setelah semalam tidak tidur, atau beberapa malam kurang tidur, respons melambat dan lapses yang panjang jadi sering [1]. Ukuran lapses dan kecepatan menangkap hal ini dengan baik [8].
- Waktu dalam sehari. Perhatian mengikuti ritme harian. Pada orang yang tidur dari pukul 11 malam sampai 7 pagi, reaksi paling lambat pada malam hari dan pagi buta, dan lebih baik pada sore hari hingga awal malam [9].
- Kafein. Sebuah tinjauan besar menemukan bahwa sekitar 40 sampai 300 mg kafein meningkatkan kesiagaan, kewaspadaan, dan waktu reaksi [10].
- Alkohol. Dalam uji coba terkontrol plasebo dengan 16 pria muda, alkohol yang menaikkan kadar alkohol darah hingga sekitar 0,07% memperlambat waktu reaksi sederhana sekitar 43 ms pada puncaknya [11].
- Usia. Selisih antara kelompok termuda dan tertua pada Gambar 1 sekitar 21 ms. Studi tersebut memperkirakan bahwa waktu tambahan itu terpakai untuk memulai gerakan, bukan untuk melihat sinyalnya [2].
- Latihan. Waktu reaksi sederhana hampir tidak berubah dengan latihan. Pada 48 orang dewasa yang diuji seminggu sekali selama tiga minggu, rata-ratanya bergeser kurang dari 3 ms [12]. Di 36 studi, orang sedikit lebih cepat pada percobaan kedua, lalu stabil [13].
- Gim aksi. Orang yang rutin bermain gim aksi merespons sekitar 11% lebih cepat daripada yang tidak bermain, dengan ketepatan yang sama, terutama pada tugas pilihan [14]. Sebagian besar studi itu membandingkan orang yang memang sudah bermain, jadi belum tentu gimnya yang menjadi penyebab.
Apa yang bisa dan tidak bisa dikatakan tes ini
Tes ini mengukur seberapa cepat Anda menjawab satu sinyal yang sudah ditunggu, saat ini, di perangkat ini. Tes ini tidak mengukur kecerdasan, kelayakan mengemudi, atau kondisi kesehatan apa pun, dan bukan diagnosis.
Jeda perangkat adalah batasan terbesar: jeda ini lebih besar daripada seluruh selisih usia pada Gambar 1, dan berbeda antarperangkat. Hal ini paling berpengaruh saat membandingkan satu orang dengan orang lain [3]. Jadi bandingkan angka Anda dengan skor Anda sendiri sebelumnya di perangkat dan browser yang sama.
Satu menit hanyalah potret sesaat. Versi PVT yang lebih pendek tetap bisa mendeteksi kurang tidur, dengan efek yang lebih kecil daripada versi 10 menit [15]. Jika waktu reaksi Anda membuat Anda khawatir, misalnya setelah sakit atau setelah mulai minum obat baru, bicarakan dengan dokter.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah 200 ms termasuk waktu reaksi yang bagus?
Ya, 200 ms tergolong cepat untuk tes waktu reaksi sederhana di browser. Dengan peralatan laboratorium yang presisi, orang dewasa berusia 18–24 rata-rata mencatat 218 ms, dan sekitar 200 ms setelah jeda layar dan mouse laboratorium itu sendiri dikurangkan [2]. Browser dan ponsel menambahkan jeda lebih besar daripada peralatan laboratorium [3]. Di satu situs tes reaksi yang populer, median dari lebih dari 81 juta klik adalah 273 ms [16].
Berapa rata-rata waktu reaksi menurut usia?
Dalam studi laboratorium pada 1.469 orang dewasa, rata-rata waktu reaksi sederhana naik perlahan seiring usia: 218 ms pada usia 18–24, 228 ms pada 39–45, dan 239 ms pada 59–65, sekitar setengah milidetik per tahun [2]. Dalam survei di Inggris pada 7.130 orang dewasa, waktu reaksi sederhana hanya sedikit berubah sampai sekitar usia 50, sedangkan waktu reaksi pilihan terus melambat sepanjang usia dewasa [5].
Mengapa waktu reaksi saya lebih lambat di ponsel?
Tes waktu reaksi di ponsel menambahkan dua jeda. Jari Anda harus bergerak sampai menyentuh kaca, dan ponsel serta browser butuh waktu untuk mencatat sentuhan itu. Saat 44 orang dewasa yang sama mengerjakan tes kewaspadaan dengan kotak tombol laboratorium dan dengan layar sentuh, rata-rata mereka 284 ms dan 379 ms [6]. Bandingkan skor ponsel dengan skor ponsel.
Bisakah saya memperbaiki waktu reaksi saya?
Apakah tes waktu reaksi Helibrain benar-benar gratis?
Ya. Tes waktu reaksi Helibrain dan hasil lengkap Anda gratis: tanpa daftar, tanpa email, tanpa pembayaran, dan tidak ada yang disembunyikan untuk "laporan lengkap". Kami menyimpan hasil untuk membangun perbandingan skor yang adil, seperti yang dijelaskan dalam kebijakan privasi kami (dalam bahasa Inggris). Helibrain mendapat pemasukan dari aplikasinya, yang punya paket gratis dan paket berbayar; Anda tidak perlu aplikasinya untuk mengikuti tes atau melihat hasil Anda.
Apakah tes waktu reaksi sama dengan tes refleks?
Tidak. Tes refleks, seperti ketukan dokter di lutut, memeriksa respons otomatis yang terjadi tanpa keputusan. Tes waktu reaksi mengukur respons yang disengaja: Anda melihat sinyal, memutuskan, lalu bergerak. Tes waktu reaksi Helibrain mengukur kecepatan yang disengaja itu, jadi tidak mengatakan apa pun tentang refleks atau saraf Anda.
Tes terkait
- Tes konsentrasiSeberapa baik Anda tetap siap menunggu sinyal saat tidak ada hal lain yang terjadi.
- Tes go/no-goApakah Anda bisa menahan diri untuk tidak mengetuk tepat waktu.
- Tes kecepatan pemrosesanSeberapa cepat Anda mencocokkan simbol dengan angka menggunakan kunci.
Lihat semua 17 tes otak gratis
Ingin melatih ini setiap hari? Aplikasi Helibrain (untuk saat ini dalam bahasa Inggris) punya paket gratis dan paket berbayar.
Sumber
- Lim J, Dinges DF (2008). Sleep deprivation and vigilant attention. Annals of the New York Academy of Sciences 1129:305–322. doi.org/10.1196/annals.1417.002
- Woods DL, Wyma JM, Yund EW, Herron TJ, Reed B (2015). Factors influencing the latency of simple reaction time. Frontiers in Human Neuroscience 9:131. doi.org/10.3389/fnhum.2015.00131 (teks lengkap gratis: pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC4374455/)
- Pronk T, Wiers RW, Molenkamp B, Murre J (2020). Mental chronometry in the pocket? Timing accuracy of web applications on touchscreen and keyboard devices. Behavior Research Methods 52(3):1371–1382. doi.org/10.3758/s13428-019-01321-2 (teks lengkap gratis: pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC7280355/)
- Dinges DF, Powell JW (1985). Microcomputer analyses of performance on a portable, simple visual RT task during sustained operations. Behavior Research Methods, Instruments, & Computers 17(6):652–655. doi.org/10.3758/BF03200977
- Der G, Deary IJ (2006). Age and sex differences in reaction time in adulthood: results from the United Kingdom Health and Lifestyle Survey. Psychology and Aging 21(1):62–73. doi.org/10.1037/0882-7974.21.1.62
- Grandner MA, Watson NF, Kay M, Ocaño D, Kientz JA (2018). Addressing the need for validation of a touchscreen psychomotor vigilance task: important considerations for sleep health research. Sleep Health 4(5):387–389. doi.org/10.1016/j.sleh.2018.08.003 (teks lengkap gratis: pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC6152888/)
- Bridges D, Pitiot A, MacAskill MR, Peirce JW (2020). The timing mega-study: comparing a range of experiment generators, both lab-based and online. PeerJ 8:e9414. doi.org/10.7717/peerj.9414
- Basner M, Dinges DF (2011). Maximizing sensitivity of the psychomotor vigilance test (PVT) to sleep loss. Sleep 34(5):581–591. doi.org/10.1093/sleep/34.5.581 (teks lengkap gratis: pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC3079937/)
- Valdez P (2019). Circadian rhythms in attention. Yale Journal of Biology and Medicine 92(1):81–92. pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC6430172/
- McLellan TM, Caldwell JA, Lieberman HR (2016). A review of caffeine's effects on cognitive, physical and occupational performance. Neuroscience & Biobehavioral Reviews 71:294–312. doi.org/10.1016/j.neubiorev.2016.09.001
- Pérez-Mañá C, Mateus JA, Díaz-Pellicer P, et al. (2022). Effects of mixing energy drinks with alcohol on driving-related skills. International Journal of Neuropsychopharmacology 25(1):13–25. doi.org/10.1093/ijnp/pyab051 (teks lengkap gratis: pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC8756085/)
- Woods DL, Wyma JM, Yund EW, Herron TJ (2015). The effects of repeated testing, simulated malingering, and traumatic brain injury on high-precision measures of simple visual reaction time. Frontiers in Human Neuroscience 9:540. doi.org/10.3389/fnhum.2015.00540
- Scharfen J, Blum D, Holling H (2018). Response time reduction due to retesting in mental speed tests: a meta-analysis. Journal of Intelligence 6(1):6. doi.org/10.3390/jintelligence6010006
- Dye MWG, Green CS, Bavelier D (2009). Increasing speed of processing with action video games. Current Directions in Psychological Science 18(6):321–326. doi.org/10.1111/j.1467-8721.2009.01660.x (teks lengkap gratis: pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC2871325/)
- Basner M, Mollicone D, Dinges DF (2011). Validity and sensitivity of a brief psychomotor vigilance test (PVT-B) to total and partial sleep deprivation. Acta Astronautica 69(11–12):949–959. doi.org/10.1016/j.actaastro.2011.07.015 (teks lengkap gratis: pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC3197786/)
- Human Benchmark. Reaction time statistics (data situs dari penggunanya, perangkat campuran; tanpa metode yang diterbitkan). humanbenchmark.com/tests/reactiontime/statistics (diperiksa 3 November 2026)
Cara kami membuat halaman ini: ditulis oleh tim Helibrain berdasarkan studi-studi yang tercantum di atas, dan ditinjau oleh Robert (kandidat doktor biofisika) pada 3 November 2026. Kami memperbaruinya jika sumbernya berubah.